My Poetry


Maut tak mengakhiri

Lirih gerimis menghampiri
Rintik mulai membasahi diri ini
Saat badai menguak
Berita duka dari dirinya
Tuhan.....
Terlalu cepat kau cabut
 terlalu cepat kau bawa dirinya
Lirih ritih ...
Menangis selalu di keheningan malam

Apakah aku harus susul dirinya
Apakah aku harus menutup mata
Menemui dirinya di singgasana surga

Nantilah diriku kasih
Tunggulah disana
Ku kakn pergi menjemput dirimu
Tuk hidup denganmu tuk melanjutkan kisah kita

Dan....... Ku kak tunjukkan pada dunia
Bahwa maut tak mengakhiri cinta kita


Wahai Penguasa Alam

Suasana hening di tengah malam
Tiada jangkrik dan belalang
Tiada bulan dan bintang
Langitpun ditutupi awan kelam

Entah dunia apa ini
Penuh dengan kehampaan
Hiduppun terasa hambar
Gelap dan sunyi yang mencekam

Wahai penguasa alam
Tunjukkan jalan terangku
Agar ku dapat memilih
Agar ku dapat memiliki

Wahai penguasa alam
Tunjukakan jalan hidupku
Biarkan kakiku melangakah
Mencari arti hidup ini


Cinta Tak Harus Memiliki

Seiring hembusan angin lalu
Menyapa diriku bernaung
Membelai tubuhku
Seakan ia menghibur diri ini yang sedang sepi

Awan yang berarak
Menghampiri alunan tangis sedihku
Seakan ia berkata...........
Sinta tak harus memiliki


Puisi Tanpa Judul

 
Tuhan...................
Ku tau engkau adalah zat yang maha cinta
Saat ini dia sedang kehilangan cintanya
Takdirmu membuat ia terpisah dari cintanya

Tuhan.....................
Q  tau apa yang dia rasa
Q rasa apa yang ia derita
Dia terima luka karna takdir-Mu

Tapi Tuhan...............
Dia hanya hambamu yang lemah tiada daya
Tegarkan hatinya
Teguhkan imannya
Karna cinta orang sekitarnya
Juga tak lepas untuknya

Diasat ku mencoba tuk peduli
Disat niat mulai terpatri
Disan berlenggang sakit hati
Melelehkan ikatan cinta suci
Bingkisan harapan tersirat di kalbu
Menyimpan kasih yang abadi
Titrasi dariku memang tak mampu
Tapi itulah tanda kepedulianku
Samua terpatri abadi dalam hati

0 Responses