Maut tak
mengakhiri
Lirih gerimis
menghampiri
Rintik mulai
membasahi diri ini
Saat badai menguak
Berita duka dari
dirinya
Tuhan.....
Terlalu cepat kau
cabut
terlalu cepat kau bawa dirinya
Lirih ritih ...
Menangis selalu
di keheningan malam
Apakah aku harus
susul dirinya
Apakah aku harus
menutup mata
Menemui dirinya
di singgasana surga
Nantilah diriku
kasih
Tunggulah disana
Ku kakn pergi
menjemput dirimu
Tuk hidup
denganmu tuk melanjutkan kisah kita
Dan....... Ku kak
tunjukkan pada dunia
Bahwa maut tak
mengakhiri cinta kita
Wahai Penguasa Alam
Suasana hening di
tengah malam
Tiada jangkrik
dan belalang
Tiada bulan dan
bintang
Langitpun ditutupi
awan kelam
Entah dunia apa
ini
Penuh dengan
kehampaan
Hiduppun terasa
hambar
Gelap dan sunyi
yang mencekam
Wahai penguasa
alam
Tunjukkan jalan
terangku
Agar ku dapat
memilih
Agar ku dapat
memiliki
Wahai penguasa
alam
Tunjukakan jalan
hidupku
Biarkan kakiku
melangakah
Mencari arti
hidup ini
Cinta Tak Harus Memiliki
Seiring hembusan
angin lalu
Menyapa diriku
bernaung
Membelai tubuhku
Seakan ia
menghibur diri ini yang sedang sepi
Awan yang berarak
Menghampiri alunan
tangis sedihku
Seakan ia
berkata...........
Sinta tak harus
memiliki
Puisi Tanpa Judul
Tuhan...................
Ku tau engkau
adalah zat yang maha cinta
Saat ini dia
sedang kehilangan cintanya
Takdirmu membuat
ia terpisah dari cintanya
Tuhan.....................
Q tau apa yang dia rasa
Q rasa apa yang
ia derita
Dia terima luka
karna takdir-Mu
Tapi Tuhan...............
Dia hanya hambamu
yang lemah tiada daya
Tegarkan hatinya
Teguhkan imannya
Karna cinta orang
sekitarnya
Juga tak lepas
untuknya
Diasat ku mencoba
tuk peduli
Disat niat mulai
terpatri
Disan berlenggang
sakit hati
Melelehkan ikatan
cinta suci
Bingkisan harapan
tersirat di kalbu
Menyimpan kasih
yang abadi
Titrasi dariku
memang tak mampu
Tapi itulah tanda
kepedulianku
Samua terpatri
abadi dalam hati